Hari Buruh ? Hari Honorer Kapan ?

perjuangkan honorerHari ini tanggal 1 Mei 2015 diperingati sebagai hari Buruh Nasional, para buruh dari berbagai daerah di wajibkan untuk merayakannya. Salah satunya dengan cara berorasi menyampaikan pendapat dan masukan tentang nasib para buruh. Yang paling utama disuarakan adalah tentang kesejahteraan buruh. Namun dari hari besar nasional hari buruh tersebut menurut kami ada yang kurang, cobalah tengok pekerja lain yang bukan disebut buruh, mereka adalah pegawai honorer pemerintahan dan honorer pendidikan. Coba tanyakan upah yang mereka terima sebulannya, layakkah ? Apalagi jika kita tengok honorer didaerah-daerah, mungkin merekalah pekerja dengan upah paling rendah di Indonesia. Lebih rendah dari upah seorang pembantu rumah tangga atau seorang baby sister.

Seharusnya menurut kami bukan hari buruh, tetapi coba ubah menjadi Hari Pekerja Nasional Indonesia. Sehingga tidak spesifik terhadap buruh saja, karena masih banyak pekerja-pekerja di Indonesia yang perlu diperjuangkan nasibnya. Mari kita ambil contoh untuk pegawai honorer :

  1. Upah terendah, berkisar Rp. 300.000 s/d Rp. 750.000
  2. Tidak ada standar Upah Minimum Honorer
  3. Tidak ada tunjangan kesehatan
  4. Tidak ada asuransi
  5. Upah yang dibayarkan tidak menentu, kadang setiap bulan, kadang 3 bulan sekali, atau enam bulan sekali.
  6. Lebih parah dari pekerja kontrak, karena suatu saat kapan saja, mereka bisa diberhentikan
  7. Tidak ada pesangon.
  8. Tidak ada kepastian akan menjadi CPNS

Itu adalah sebagian kecil nasib yang diterima dari pegawai-pegawai honorer di Indonesia, baik honorer pemerintahan, atau honorer pendidikan (guru dan staff TU). Dan coba anda bayangkan ? Pemerintah sibuk memperhatikan tunjangan PNS, Sertifikasi Guru dan sebagainya tetapi honorer seperti tidak terlihat oleh mereka. Honorer seperti tidak pernah ada, padahal mereka punya andil cukup besar.

Maka dari itu saya ambil judul Hari Buruh ? Hari Honorer Kapan ?

Agar teman-teman honorer se-Indonesia tetap semangat, dan cobalah untuk memperjuangkan nasib honorer. Berjuanglah teman, karena tidak akan ada yang memperhatikan kalian jika kalian tidak menampakkan diri. Mulailah untuk berbicara, jangan takut, jangan lemah, kita adalah pekerja propesional, abdi negara, tetapi jangan sampai kita seperti budak.

Tulisan ini salah satu bentuk perjuangan teman-teman, setuju atau tidak setuju boleh saja, tinggalkan komentar, dan mari bicarakan. Kita bantu perjuangan honorer, jangan hanya diam dan menunggu hasil perjuangan orang lain.