Hati-hati E-Mail Masuk Berkedok Dinas Pendidikan

Bagi teman-teman admin e-mail sekolah seluruh Indonesia berhati-hatilah jika ada e-mail masuk berkedok Dinas Pendidikan Kota setempat atau Kementrian Pendidikan. E-Mail tersebut meminta pihak sekolah untuk memberikan data siswa atau data guru dengan maksud mencari keuntungan pribadi (atau dapat memberikan keresahan kepada orang tua wali murid). Data yang diminta pasti terdapat kolom no telp orang tua atau guru, nomor telp tersebutlah yang digunakan orang-orang ini untuk mencari keuntungan pribadi dengan motivasi utama adalah Uang.

E-mail masuk berkedok Dinas Pendidikan Modus yang biasanya dilakukan adalah setelah sekolah memberikan data lengkap beserta no telp, mereka akan menghubungi nomor tersebut : sebagai contoh untuk orang tua wali murid akan dihubungi dan memberitahukan kejadian luar biasa yang terjadi pada anaknya disekolah, dan untuk guru mereka akan menghubungi nomor telp guru yang tercantum dengan informasi yang berkaitan dengan tunjangan guru sebagai salah satu contohnya, dan akan berujung pada permintaan yang bersifat keuangan.

Untuk itu marilah kita berhati-hati terhadap email masuk yang berkedok Dinas Pendidikan, Kementerian Pendidikan, atau instansi lainnya yang berhubungan dengan pendidikan. Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain :

  1. Cermati dengan baik file lampiran yang diberikan baik surat pemberitahuan, dan pendataannya
  2. Cermati alamat email pengirim, cek dengan alamat email sah dari Instansi yang tercantum
  3. Cross cek kebenaran dengan cara menghubungi langsung by phone pihak sebenarnya (real)
  4. Pendataan sekolah yang resmi sampai saat ini telah dilakukan pemerintah melalui Data Dapodik atau Instansi terkait langsung menghubungi Kepala Sekolah

Berikut adalah contoh informasi bohong dari lampiran yang diberikan :

E-Mail Masuk Berkedok Dinas PendidikanContoh Pendataan Yang di Minta Oleh Penipu.

E-Mail Masuk Berkedok Dinas PendidikanIngatlah motivasi orang-orang diluar sana adalah Uang, salah satu cara agar kita tidak menjadi salah satu korban mereka adalah dengan cara lebih cermat dan lebih berhati-hati dalam mengindentifikasi informasi yang berasal dari internet (jangan 100% percaya terhadap informasi yang ada di internet). Jutaan akun di internet tumbuh setiap harinya tanpa identitas yang jelas. Semakin maraknya modus seperti ini menunjukkan bahwa usaha mereka sedikit banyak telah berhasil memberikan keuntungan kepada mereka. Demikianlah semoga bermanfaat.