Marak Sepeda Motor Sebelah

Berbagai macam cara orang untuk mendapatkan uang dalam jumlah banyak dan dengan waktu yang singkat, salah satunya adalah menipu. Akhir-akhirnya Kabupaten/Kota di Lampung dibanjiri dengan Sepeda Motor surat sebelah, terutama daerah-daerah terpencil di kabupaten. Surat sebelah artinya kendaraan tersebut hanya memiliki 1 dokumen resmi, yaitu BPKB saja atau STNK saja. Sepeda Motor dengan kategori STNK saja yang paling banyak ditawarkan dan dengan nomor Plat luar daerah (kebanyakan dari daerah berplat B), baik penawaran perorangan ataupun melalui iklan di aplikasi penjualan barang bekas ternama. Pertanyaannya mengapa orang lebih berminat membeli sepeda motor dengan surat sebelah ? Jawabannya simple, yaitu harganya yang murah hanya dengan kisaran harga Rp. 3.000.000 s/d Rp. 4.000.000.

Selain harganya yang murah sepeda motor ini memiliki kondisi yang sangat baik, baik body maupun mesinnya. Bagi sebagian orang di daerah terpencil memilih membeli sepeda motor ini adalah pilihan terbaik untuk mereka. Lalu pertanyaan selanjutnya adalah apakah hal tersebut legal ? Jawabannya adalah tidak !!. Mengapa jumlah sepeda motor dalam kondisi seperti itu semakin banyak ? Jawabannya adalah ada sebagian orang diluar sana yang ingin mengambil keuntungan sebesar-besarnya dengan cara yang melanggar hukum.

Seseorang meng-kredit sebuah motor dengan uang muka sebesar Rp. 1.000.000, kemudian setelah STNK keluar dalam waktu beberapa Minggu, setelah pembayaran 1 kali angsuran, sepeda motor dibawa keluar daerah dan dijual atau ke penampung yang menerima tanpa harus membawanya sendiri keluar daerah, dijual dengan harga Rp. 3.000.000 s.d Rp. 4.000.000, kemudian orang tersebut kembali ke daerah asal dan membuat laporan kehilangan kendaraan.

Jika diperhatikan kasus diatas, sangat menguntungkan bukan hanya dengan modal sedikit dan mendapat keuntungan yang banyak. Tetapi mohon maaf bagi pembaca, ini semua adalah asumsi saya sebagai penulis dan hanya didasari dari penelusuran penawaran transaksi jual beli motor sebelah yang sedang marak-maraknya. Itu berarti asumsi saya ini bisa berarti benar, dan bisa juga salah dalam kenyataanya maupun dalam kaca mata para pembaca sekalian. Sekali lagi penulis hanya prihatin saja terhadap semakin banyaknya penjualan terselubung maupun terang-terangan penjualan sepeda motor surat sebelah. Yang menurut penulis hal tersebut berpotensi mengundang kejahatan dan penipuan, jika semakin banyak masyarakat yang berminat untuk membelinya.

Just Knowledge ๐Ÿ™‚